Artikel Populer_Maulidiyah_AdBis_1D

 DAMPAK PSIKOLOGIS PADA KORBAN BULLYING

Bullying merupakan permasalahan global yang harus diperhatikan oleh pihak berwenang, sekolah, dan orang tua. Bullying bukan lagi tentang candaan anak-anak atau remaja yang tidak perlu dipermasalahkan, namun bagi korban, bullying adalah masalah yang sangat besar. Bagaimana tidak, sekolah yang seharusnya menjadi tempat utuk menimba ilmu dan wadah untuk bersosialisasi justru menjadi tempat mereka mendapatkan perlakuan yang tidak berperikemanusiaan. Maka tak heran jika korban bullying terkadang melakukan hal-hal nekat yang bahkan bisa menyebabkan kematian. 

Perilaku bullying bukanlah perkara remeh, ini adalah suatu tindakan mengintimidasi seseorang melalui sikap, tindakan dan perkataan. Bullying tidak mengacu hanya pada kekerasan fisik saja, tetapi juga menyerang psikis, seperti gosip, mengejek, hingga pengucilan. Sayangnya, unuk menghentikan persoalan ini bukanlah perkara mudah, karena bullyin sudah seperti tradisi bagi anak-anak atau remaja dalam dunia pendidikan. 

Dampak bullying sendiri bisa terjadi dalam jangka pendek bahkan dalam jangka panjang. Dampak bullying dapat mengganggu kesehatan mental korban yang bisa menghambat tumbuh kembangnya. Dimana korban harus berhadapan dengan rasa trauma, rasa tidak nyaman bahkan rasa tidak aman  atau terancam setiap harinya. Apalagi ketika kasus bullying sudah menggunakan kekerasan fisik, bukan hanya rasa trauma saja yang dihadapi korban, namun juga memar bahkan luka yang dirasakan. Bahkan kondisi mental yang dihadapi para korban bullying akan sangat sulit untuk disembuhkan setelah puluhan tahun lamanya. 

Masalah psikologis bagi korban bullying yang paling sering ditemui adalah depresi dan gangguan kecemasan. Selain itu, pengaruh bullying pada kesehatan mental korban ialah rasa sedih, rendah diri, kesepian, hilangnya minat pada hal yang biasa mereka sukai, serta perubahan pola tidur ataupun pola makan. Hal ini dapat menyebabkan gejala psikosomatis, karena adanya tekanan terus-menerus yang memicu gangguan pada kesehatan fisik. Seperti ketika masuk sekolah, koban akan merasakan sakit perut serta sakit kepala meski secara fisik tidak ada yang salah ditubuhnya. 

Dampak dari bullying bisa menyebabkan adanya rasa tidak percaya diri, suka menyendiri, sulit percaya dengan orang lain bahkan dapat menyebabkan turunnya prestasi. Hal ini akan terus berdampak pada korban bahkan sampai dewasa sekalipun. Korban akan menganggap dirinya tidak berharga di mata orang lain, yang mengakibatkan tidak tertariknya dengan kehidupan sosial. Korban akan selalu menghindari hubungan dengan teman atau orang lain, bahkan bisa menghindari keluarganya sendiri. Perasaan trauma ini yang sulit dihadapi, tetapi korban tidak tahu harus membicarakannya kepada siapa. Artinya, korban tidak percaya kepada siapapun.

Dampak bullying menurut para ahli akan membuat para korban mengalami kegagalan saat berteman atau mencari pasangan dimasa depan. Koban juga beresiko lebih tinggi mengalami gangguan mental depresif serta menerima perawatan psikiatri, yang mengakibatkan kualitas hidup serta tingkat kepuasan hidup korban bullying cenderung lebih rendah jika dibandingkan dengan rekan seusianya yang tidak mengalami bullying.

Bullying adalah perilaku tidak etis yang membuat pihak berwenang mengencangkan peraturan terhadap pelakunya. Kesehatan mental para korban bullying harus diperhatikan oleh pihak berwenang dan para orang tua karena akan mempengaruhi kehidupan para korban dimasa depan. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS || M. INWAN

Artikel populer yesy

Artikel Populer by Sukron Makmur