Resensi Novel My Ice Boy ( Adela Lora Tri Andini )
Nama : Adela Lora Tri
Andini
Kela : 1D
NIM : 202269090042
Judul: My Ice Boy
Penulis: Pit Sansi
Penyunting: Essa Putra,
Dila Maretihaqsari
Sampul: Nocturvis
Ilustrasi isi: Penelovy
Pemeriksa Aksara: Achmad
Muchtar, Rani Nura
Penata Aksara: Nuruzzaman,
Petrus Sonny
Digitalisasi: Dityasa
Penerbit: Bentang Belia
(2018)
Jumlah halaman: 384 hlm
Resensi Pesan Misterius
Sejak duduk di bangku kelas IV sekolah dasar Salsa
punya seseorang yang selalu mengabuli doanya saat sedang kesulitan. Biasanya seseorang
itu memberi tulisan-tulisan lewat pesawat terbang, dia menamainya Miracle. Seiring
berjalannya waktu, kala itu Salsa sudah duduk dibangku menengah atas dan mulai
memiliki ponsel. Lalu pesan misterius tidak lagi lewat tulisan-tulisan
melainkan masuk melalui pesan LINE.
“Kalau si Kutub Es itu natap lo
lebih dari lima detik, cuma ada dua kemungkinan. Yang pertama, dia marah besar
sama lo. Dan yang kedua, dia jatuh cinta sama lo.” Miracle: Lucu, saat banyak
orang tertarik untuk pergi ke arah barat, kamu malah ke timur sendirian. Yang
lain berlomba-lomba mencari perhatian, tapi kamu sama sekali tidak tertarik.
Hidupmu terlalu datar. Misi kali ini akan sangat menarik untukmu. Buktikan
seberapa hebat kamu bisa mencairkan gunung es yang ada di dekatmu. “Timur?
Barat? Gunung es?”.
Fira sahabat Salsa bingung mengartikan pesan itu. Dan
Salsa menyuruh sahabatnya mengartikan pesan misterius itu. Lalu Nadin dengan
merebut ponsel itu "Sini, pinjam!" dan dia berkata "Nggak salah
lagi, yang dimaksud 'gunung es' di sini pasti Galen Bagaskara!". Dan Salsa
mengulang nama itu dengan alis bertaut "Galen Bagaskara?".
“Iya, cowok yang dapat julukan Kutub Es di sekolah
kita. Masa lo nggak kenal, sih?” Salsa berupaya mengingat, tetapi tak berhasil
membayangkan wajah seseorang dengan nama yang disebutkan Nadin tadi. “Gue
tahu!” Fira menyahut. “Si kakak kelas itu, kan? Yang selalu jadi peringkat
pertama di sekolah?” “Nah, Fira aja kenal. Masa lo nggak tahu, sih, Sal?” kata
Nadin menyindir. “Cuek lo keterlaluan banget. Sumpah!” kesalnya kemudian. “Ah,
sok tahu lo!” Salsa menanggapi dengan malas. “Seyakin apa lo ngartiin pesan ini
ada hubungannya sama Cowok Kutub Es yang lo sebut tadi?” “Lo lupa kalo gue
beberapa kali berhasil pecahin misi-misi lo selama ini?” sahut Nadin bersikeras.
“Tanggapan lo juga selalu sama. Selalu nggak percaya sama omongan gue. Tapi,
ujung-ujungnya lo nyesel karena nggak dari awal percaya sama gue.” Salsa tidak
bisa membalas ucapan Nadin.
Lalu Salsa bertanya harus gimana. Jawaban Nadin
meyakinkan Salsa agar berkenalan dengan Galen yang sedang ada di depan mading
sekolah, karena belum tentu ada kesempatan lagi setelah ini.
Kekurangan
Alurnya di sini nggak kecepetan atau lambat sih, tapi
menurutku terlalu banyak mengulur-ngulur, udah kepo berat sama si Miracle tapi
diulur terus jadinya berasa kepanjangan meskipun nggak bosen juga sih, tetep
aja ada yang ngegemesin, entah itu adegan atau pas penulisnya sengaja bikin
makin kepo. Sebel deh tapi suka.
Kelebihan
Plus....yang paling bikin aku suka adalah ilustrasi
isinya yeeee!! Thank you kaka Penelovy, gambarnya cakep banget, lebih cakep
dari imajinasi aku dan kadang aku suka kaget takjub liat ilustrasinya setelah
baca adegannya, mirip, beyond perfect malah. Nah, segitu aja, aku rekomen
cerita ini buat kalean yang mau baca cerita manis yang ringan tapi gak terlalu
bucin, dan anggap saja drama-nya hanya drama komedi
Komentar
Posting Komentar